Biometric Face & Hand Analysis

biometric FH

Sebenarnya tentang pengembangan teknologi analisa lain selain fingerprint sudah terpikirkan oleh saya beberapa tahun yang lalu, namun entah mengapa saya belum saja menyempatkan diri untuk mewujudkan hal itu. Baru ketika sudah ada project, maka akhirnya mau tidak mau saya terpaksa menyelesaikan juga pengembangan teknologi biometrik berbasis analisa wajah dan bentuk tangan ini.

Dibandingkan dengan fingerprint, analisa wajah dan bentuk tangan memiliki tingkat kesulitan yang relatif lebih rendah karena variable-nya tidak sebanyak fingerprint. Lantas bagaimana dengan akurasi, sebagaimana banyak dipertanyakan, apabila dibandingkan dengan analisa sidik jari ?

Nah sebenarnya, tools apapun sebaiknya tidak dibanding-bandingkan antara satu sama lain. Apalagi data sample dan metode-nya yang berbeda. Ketimbang membanding-bandingkan satu dengan yang lain, lebih baik menggunakan tools itu bersama-sama alias saling melengkapi.

Pada prinsipnya, metode biometrik mengukur data statis dari bentuk fisiologis seseorang, yang kemudian diinterpetasikan ke arah potensi alamiah seseorang. Jika fingerprint diinterpretasikan sebagai pemetaan kerja otak berdasarkan sistem respon kerja otak terkait dengan pembentukan sistem hormon NGF, maka bentuk wajah dan tangan lebih kepada sistem hormon testosteron dan progesteron terhadap pengaruh perilaku seseorang.