Analisa Sidik Jari untuk Program Safety Driving

safetydriving

Menanggapi permintaan dari salah satu group media di bidang otomotif, kami mulai menangani project untuk mengaplikasikan program analisa sidik jari ini untuk keperluan mengenal potensi kerja otak seseorang dalam mengemudikan kendaraannya.

Bagi saya, ini adalah tantangan yang menarik ! saya memang sangat passionate untuk memperjuangkan bagaimana analisa sidik jari ini bisa bermanfaat dalam segala bidang. Analisa sidik jari sejatinya adalah membaca profil kerja otak seseorang secara genetik yang bersifat default. Jadi, analisa sidik jari bisa saja diaplikasikan untuk membaca bagaimana kerja otak seseorang dalam hal mengemudi.

Apa manfaatnya ?

Saat kita mengetahui karakter bawaan seseorang dalam mengemudi, maka kita bisa mengarahkan dorongan-dorongan alamiah yang terjadi dalam diri seseorang ketika dia mengemudi untuk senantiasa disalurkan ke arah yang lebih positif dan bisa memperkecil (preventif) resiko-resiko seseorang dalam mengemudikan kendaraannya.

Bagaimana analisa sidik jari bisa diaplikasikan dalam program safety driving ini ?

Saya mencoba untuk mencari tahu dulu hal-hal terpenting yang biasa digunakan dalam program safety driving pada umumnya. Dari situ, saya berusaha untuk memetakan potensi kerja otak yang bisa mendukung untuk hal-hal tersebut.

Setelah ketahuan profil kerja otak dalam kecenderungannya mengemudi, maka kita mencoba menganalisis kekuatan dan kelemahannya. Juga, resiko-resiko apa yang bisa terjadi terhadap keselamatan mengemudi seseorang.

Sebagai contoh, analisa sidik jari mencoba mencari tahu daya refleks seseorang, nah ini akan membantu bagaimana potensi seseorang dalam melakukan pengereman mendadak. Sehingga, seseorang yang refleksnya cenderung lemah mungkin memerlukan pengamanan yang lebih tinggi.

So, menarik bukan ?