Arahkan Minat dan Bakatmu Sekarang Juga !

ada bakat

Bakat itu memang ada lho …

Bagi anda yang suka menonton televisi, sekarang banyak sekali tayangan mengenai kompetisi ajang bakat. Mulai dari ajang performa musik, tari, magician, masak bahkan juga stand up comedy. Atau bagi anda yang suka surfing di internet, banyak kita temukan orang-orang yang meng-upload video melalui media sosial seperti youtube, facebook, instragram dll mengenai kemampuan-kemampuan dalam performa tertentu.

Siapa yang tidak kenal Justin Beiber, sang penyanyi selebritis yang mana merupakan produk dari youtube, dimana ketika ibunya rajin meng-upload video-video Justin menyanyi sebelum dia menjadi terkenal. Atau anda mungkin pernah menemukan di youtube seorang pemain gitar asal korea, Sungha Jung. Kita akan terkesima melihat tampilan bagaimana seorang ABG dengan wajah datarnya memainkan gitar yang begitu ciamik !

 

Di tayangan TV nasional, ada acara Master Chef Indonesia, dan yang luar biasa ada versi junior-nya lho …  Saya kadang tidak habis pikir kalo ada anak yang bisa masak sekelas chef hotel bintang 5. Saya sendiri saja terkadang masak nasi goreng saja kadang enak kadang keasinan😉

Setelah takjub, maka biasanya pertanyaan kita adalah: Koq bisa ya ?

Mengapa ada orang-orang di dunia ini bisa menampilkan performa yang luar biasa seperti itu.

Mengapa tidak semua orang mudah dalam menekuni bidang-bidang tersebut ?

Masih seputar tayangan televisi. Saya pernah menyaksikan ada sebuah acara audisi ajang bakat dalam hal menyanyi, yang pesertanya ribuan sehingga harus dilakukan audisi. Nah lucu sekali menyaksikan banyak peserta yang ‘nekat’ ikut audisi jadi penyanyi padahal bukan hanya tidak punya modal tampang, tapi suaranya juga pas-pasan, teknik vokalnya juga nol besar. Kadang saya kasian, kadang disitu saya merasa sedih😉

Fenomena di atas membuat saya berfikir untuk menyelami permasalahan bakat. Saya melalui bertanya-tanya mengenai hakikat bakat.Sebenarnya apa yang dimaksud dengan bakat. Bahkan lebih jauh ? apakah bakat itu memang benar-benar ada? Kalau misalkan ada, dari mana datangnya bakat itu dan mengapa? Lalu apa manfaat bakat ini sebenarnya? Apakah bakat menentukan suksesnya masa depan seseorang? Bagaimana cara kita menemukan bakat kita? Apakah bakat itu memang dimiliki oleh setiap orang atau orang-orang tertentu saja? Dan banyak lagi pertanyaan seputar bakat ini.

Saya melakukan riset bertahun-tahun, saya pergi ke berbagai tempat di dunia ini. Beribu-ribu orang saya kumpulkan datanya, mulai dari para tokoh, artis, siswa berbakat, pejabat, bahkan koruptor sekalipun. Saya juga banyak mempelajari metode-metode untuk menemukan kepribadian, saya belajar ilmu pendidikan dan psikologi untuk bisa lebih paham mengenai masalah keberbakatan ini. Pada intinya saya sangat tertarik dengan masalah bakat.

Mengapa saya sangat tertarik dengan bakat ? karena saya yakin bakat itu ada. Bakat adalah karunia Tuhan sang Pencipta. Saya yakin bahwa Tuhan menciptakan bakat pasti ada maksudnya. Apa yang membuat saya yakin bahwa bakat itu benar-benar ada ? dari fenomena-fenomena yang saya ceritakan di awal, ada orang-orang yang bisa menampilkan performa yang di atas rata-rata. Dan kecenderungan bahwa performa tersebut lebih bersifat alamiah ketimbang sekedar dilatih. Jika ingin bukti bahwa fenomena bakat itu memang ada, kita bisa mempelajari adanya fenomena kasuistik para penderita savant syndrom.

Bakat itu sebenarnya apa sih?

Sebelum saya mengupas mengenai pengertian khusus tentang bakat, saya ingin kita bisa membedakan antara pengertian bakat (gifted), talenta (talent/strength), dan kecerdasan (intelligence). Mengapa kita perlu membedakan ketiga hal tersebut ? karena banyak yang belum terlalu paham dan sering menyamakan arti ketiga hal tersebut. Memang para tokoh dalam ilmu psikologi tidak memiliki kesepahaman dalam mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan gifted & talented dan kaitannya dengan kecerdasan.

Bakat, adalah potensi dasar manusia yang bersifat alamiah yang terkait dengan fungsi respon tubuh. Jadi bakat akan sangat bercerita tentang bagaimana sistem kerja otak kita, sistem syaraf, sensorik-motorik, sistem kelenjar, endokrin dsb yang mempengaruhi perilaku seseorang. Perbedaan fungsi respon tubuh di tiap orang disebabkan faktor genetik. Untuk fungsi respon tubuh yang terkait dengan dorongan pemenuhan kebutuhan, yang ada dalam diri manusia kita sebut sebagai bakat.

Untuk fungsi respon tubuh terkait dengan hasrat untuk mencapai keinginan kita sebut sebagai minat. Jadi dorongan-dorongan alamiah yang bersumber dari dalam diri kita disebut bakat dan minat. Baik bakat dan minat perlu adanya stimulasi karena keduanya hanya bekerja sebagai fungsi respon tubuh, ada yang reaktif (bakat) dan ada yang proaktif (minat).

Sementara Talenta, adalah hasil olahan dengan suatu upaya (biasanya melalui proses pelatihan atau perilaku yang berulang) yang memanfaatkan potensi bakat dan minat sehingga memunculkan sebuah performa yang sempurna serta lebih bersifat spontanitas. Jadi Talenta adalah performa hasil yang sudah diharapkan dan ada proses pengolahannya.

Jelas sekali perbedaannya dengan bakat (gifted), kalau bakat sekedar berbicara tentang potensi kepekaan sistem respon tubuh seseorang, sementara talenta berbicara mengenai performa skill. Orang yang memiliki talenta, sudah pasti ia memiliki bakat dan ia sudah mengolah dan menggunakan bakat tersebut menjadi skill. Sementara orang berbakat itu belum tentu ber-Talenta.

Lalu apa kaitannya dengan istilah kecerdasan ? definisi kecerdasan juga banyak sekali konsepnya, namun disini saya hanya mengambil mudahnya saja, yakni berdasarkan teorinya Howard Gardner, bahwa kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk menangkap suatu permasalahan, kemampuan menyelesaikan masalah, dan kemampuan menghasilkan suatu produk kreatifitas. Jadi kecerdasan lebih kompleks sifatnya dari Talenta, karena kecerdasan tidak sekedar performa skill, tapi kecerdasan lebih pada kemampuan memanipulasi keadaan. Intinya kecerdasan itu akan lebih berbicara mengenai pemanfaatan skill. Kecerdasan melibatkan interrelasi antara berbagai skill yang dikuasai seseorang. Dengan demikian, setiap orang yang cerdas sudah pasti bertalenta dan berbakat. Tapi setiap orang bertalenta belum pasti cerdas.

Apakah setiap orang memiliki bakat ?

Dalam studi keberbakatan (giftednes) di ilmu psikologi, anak-anak berbakat (gifted child) diidentifikasi sekitar 5% saja dari total populasi. Para ilmuwan psikologi sudah menerapkan standar indikator untuk mengkategorikan anak berbakat. Jika memang mengikuti standar itu, maka tidak semua orang bisa dikatakan berbakat, benar ?

Nah saya sendiri memiliki pendapat agak sedikit lain dari definisi keberbakatan yang sudah ada. Saya memahami dalam dunia psikologi sangat bergantung pada statistika dimana ‘segalanya’ harus terukur. Sementara memahami perilaku manusia itu kompleks, termasuk studi kualitatif. Penggunaan standarisasi menyebabkan adanya skala normalitas yang memiliki rentang cukup tinggi dan spesifik. Seperti halnya dalam teori kurva lonceng  (the bell curve), akan ada orang yang masuk dalam skala normal (yakni rata-rata) dan yang di atas normal. Pengelompokkan anak berbakat (gifted child) tadi jika menggunakan parameter di atas rata-rata yang spesifik, maka tentu saja akan menemukan sang 5% tersebut.

Maksud saya intinya adalah, bahwa setiap orang pasti punya bakat, hanya saja ada yang bersifat generalis dan ada yang bersifat lebih spesialis. Tidak berarti yang bersifat spesialis lebih baik dari generalis. Hanya saja memang spesialis akan memiliki kecenderungan untuk lebih fokus ke bakat tertentu yang lebih dominan.

Mengapa setiap orang pasti punya bakat ?

Bakat pasti dikaitkan dengan fungsi respon tubuh, dan setiap orang punya respon tubuh yang unik yang salah satunya disebabkan oleh kerja otaknya yang unik tersebut. Jadi karena setiap orang punya respon tubuh yang berbeda, maka setiap orang pasti punya keunikan, dan itulah bakat !

Lantas mengapa ada orang yang merasa tidak punya bakat ?

Penyebab utamanya adalah salah memahami bakat itu apa. Kebanyakan orang menganggap bahwa yang disebut berbakat itu jika punya keahlian profesional yang bisa ditampilkan seperti jago menyanyi, menggambar, olah raga dsb. Padahal yang mereka maksud tersebut adalah lebih mengarah kepada skill atau talenta.

Penyebab kedua adalah ia tidak menyadari fungsi respon tubuhnya. Dalam hal ini bis dikatakan bahwa ia mengabaikan dorongan-dorongan alamiah dalam tubuhnya. Bisa seperti itu ? ya, bisa saja. Karena faktor-faktor tertentu misalkan desakan lingkungan yang menjadikan seseorang tidak menjadi dirinya sendiri.

Jika memang semua orang pasti punya bakat, apa yang harus dilakukan dengan bakat tersebut ?

Yang harus dilakukan setelah seseorang menyadari dan mengenali bakatnya adalah mengolah dan mengarahkan bakat tersebut menjadi Talenta, dan kemudian berkontribusi dalam pengembangan Kecerdasannya. Jadi seseorang akan hidup menjadi semakin cerdas.

Pemanfaatan Bakat untuk pembentukan masa depan …

Apa yang diinginkan seseorang untuk diraih di masa depannya ? jelas jawabannya adalah kesuksesan. Setiap orang ingin kehidupannya sukses di masa depan bukan?

Tapi apakah anda sudah mendeskripsikan kesuksesannya seperti apa? Ingin menjadi apa kelak ? apa yang ingin anda raih ?

Nah untuk menjawabnya tentu itu adalah … terserah anda sendiri. Setiap orang memiliki hak dan keputusannya masing-masing untuk menentukan masa depannya.

Apapun cita-cita masa depan anda, raihlah !

Permasalahannya adalah bagaimana anda bisa meraih cita-cita tersebut secara lebih efektif !

Bakat adalah sarana anda untuk meraih cita-cita yang telah anda tetapkan secara lebih efektif.

Sukses masa depan seseorang ditentukan oleh kerja keras, hanya 10%-25% saja pengaruh bakat …

Betul sekali ! kesuksesan seseorang ditentukan oleh kerja keras seseorang. Tidak ada orang yang sukses tanpa kerja keras dan hanya ongkang-ongkang kaki. Jadi kita sepakat bahwa kita perlu kerja keras untuk meraih kesuksesan masa depan. Sekarang bagaimana kita bisa mampu untuk bekerja keras ?

Pernahkah anda punya pengalaman melakukan sesuatu dengan sangat lelah namun anda menyukainya? Bagaimana anda melakukan pekerjaan tersebut? Apakah anda bekerja keras ? ya anda bekerja keras, namun ketika anda menyukai pekerjaan yang sedang anda lakukan, tahu khan bedanya ?

Itulah yang namanya Passion !

Passion adalah ketika kita melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang kita inginkan dan yang kita sukai.

Bakat, akan memandu setiap orang menemukan Passion-nya.

Jadi, jika anda berfikir bahwa kesuksesan itu lebih karena kerja keras, itu memang benar. Tapi maukah kerja keras anda didukung oleh 25% penjamin kesuksesan anda ?

Mengapa harus mengarahkan Minat dan Bakat sekarang juga ?

Anda sadar jaman anda kelak akan seperti apa ?

Anak-anak yang bersekolah sekarang, di masa depan sudah akan menghadapi era Perang Talenta !

Hanya orang-orang yang unggul dan yang memiliki kompetensi lah yang akan survive !

Jadi, jika anda tidak mengarahkan potensi Minat dan Bakat anda sekarang lalu kapan ? apakah anda harus menunggu ‘Sakitnya tuh disini …?’   >>> disitu kadang saya merasa sedih.

Ok. Thanks and good luck😉