Serius, Jangan Mudah Percaya dengan Fingerprint Test

14299695941837487492

Ya, pernyataan di atas adalah resmi dari saya, salah seorang yang turut menekuni pengembangan aplikasi tools biometrik sidik jari untuk keperluan mengungkap potensi bakat anak di Indonesia. Saya sudah menjalankan ini hampir sekitar 7 tahun dan hingga saat ini sudah lebih dari 160.000 klien yg menggunakan tools dari lembaga saya ini dan menjadi sumber riset saya juga. Bahkan project saya ini tidak hanya dipakai di Indonesia namun juga di mancanegara.

Sebenarnya dari awal saya memang ‘kurang terlalu percaya’ bahwa analisis sidik jari (fingerprint test) bisa mengungkap hal yang luar biasa, yakni mengungkap potensi.

Namun dalam perkembangannya seolah saya menemukan terlalu banyak ‘kebetulan’ dari sidik jari ini yang bisa mengaitkannya dengan cara kerja otak seseorang.

Lantas mengapa saya menganjurkan untuk jangan mudah percaya dengan fingerprint test?

Karena beberapa hari belakangan ini saya menemukan ada sahabat2 saya yang memposting kembali mengenai kontroversialnya tools fingerprint test ini.

Salah satu linknya :
https://nurismafira.wordpress.com/…/mas-jonru-dan-tes-fing…/

Sebenarnya isu kontroversial ini sudah lama ada. Namun seolah seperti terus dimunculkan kembali sebagai upaya untuk mengingatkan masyarakat.

Jujur, hal yang sedikit mengganggu saya adalah perihal tuduhan penipuan dan penghalalan segala cara untuk mendapatkan uang dari bisnis ini. Koq mereka bisa sehebat itu ya bisa tahu isi hati dan pikiran saya dan rekan-rekan lain yang mengembangkan tools ini.

Tapi ya sudahlah, hanya diri saya dan Tuhan saja yang tahu perihal motif sebenernya kenapa saya begitu tertarik mengembangkan tools ini.

Namun bagi mereka yang telah melontarkan tuduhan itu, maka sebaiknya berhati-hati karena jika tuduhan anda salah berarti anda sedang melontarkan fitnah. Sekalipun anda seorang ustad ataupun profesor sekalipun, pasti tahu bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

Sekarang mari kita kembali ke laptop. Mengapa saya juga menganjurkan untuk jangan mudah percaya dengam fingerprint test,

Yang pertama adalah kedudukan fingerprint test memang pseudoscience!

Sampai saat ini para ilmuwan dibidang psikologi dan neuroscience BELUM bisa memvalidasi, alias belum menemukan pembuktian mengenai hubungan pola sidik jari ke kerja otak. Karena belum terbukti inilah maka mereka menggolongkan fingerprint test ini sebagai pseudoscience.

Pertanyaannya adalah mengapa mereka belum bisa membuktikan? Karena metodologi yang digunakan untuk memenuhi persyaratan ilmiah sangatlah ketat.

Suatu keilmuan hanya bisa dikategorikan sebagai scientific proven jika intinya sudah bisa terukur dan dapat diterima oleh logika (senses). Jadi jika tidak bisa kelihatan nyata dan apalagi tidak bisa diukur, maka belum bisa dikatakan ilmiah.

Perlu kita ketahui bahwa ilmu psikologi adalag ilmu yang mempelajari seputar perilaku manusia. Suatu bidang yang sangat sulit untuk diukur! Oleh sebab itu dulu psikologi belum diakui sebagai sebuah keilmuan, palingan masuk di ranah ilmu filsafat. Namun berkat perjuangan yang keras, psikologi berhasil mendapatkan kedudukan sebagai ilmu yang diakui karena telah membuktikan bahwa perilaku manusia bisa mereka ukur. Jadi tidak heran ilmu psikologi kini sangat mendewakan keberhasilan metode pengukuran di ranah ini. Bagi mereka segala sesuatu yang belum bisa diukur maka bukanlah ilmiah.

Lantas, kalau fingerprint test masih pseudoscience, apakah sudah pasti tidak ada manfaatnya?

Nah, disinilah perbedaan sikap antara saya dengan sahabat-sahabat saya yang kontra dengan fingerprint test. Ketika sahabat saya belum mau menerima fingerprint test karena belum terbukti, saya lebih bersikap untuk menerima fingerprint test ini dengan sebuah catatan: akan saya pakai jika saya merasakan manfaatnya saja! dan akal pikiran saya juga sudah bisa menerima logika dasar dari fingerprint test ini.
Jadi maaf saja ya, bukannya saya tidak percaya kepada mereka para ilmuwan, profesor atau ustad tadi. Saya pasti akan baca ulasan mereka ttg fingerprint test ini, namun jika tulisan mereka belum masuk ke logika saya, maka saya lebih mempercayai logika saya sendiri. Yes, it’s about belief tentunya. Dan saya tahu bahwa sains sangat tidak menganggap mengenai kedudukan belief ini.

Maka, saya menganjurkan buat anda yang belum mempelajari fingerprint test ini dengan lengkap, belum mengetahui landasan logika berfikir yang dipakai dalam formula aplikasi tools ini, belum bisa mendapatkan informasi mengenai manfaat apa yang akan didapatkan dari fingerprint test ini, dan yang penting jika anda tidak mempercayai bahwa Tuhan menciptakan sidik jari yang berbeda di tiap orang pasti ada maksud…

So, jangan pakai fingerprint test!

Simple aja sih. Aku mah gitu orangnya wink emotikon

Lalu alasan kedua agar jangan mudah percaya dengan fingerprint test adalah:

Fakta bahwa fingerprint test tidak bisa mengukur kecerdasan, kepribadian dan bahkan BAKAT!

Para ilmuwan psikolog sudah menekankan bahwa kepribadian dan kecerdaan banyak sekali variable pembentukannya, ada pengaruh lingkungan, pendidikan, norma dll. Jadi pastinya kepribadian dan kecerdasan sifatnya dinamis alias akan berubah! Jadi tidak mungkin kalau fingerprint bisa mengungkap kepribadian dan kecerdasan. Jalan satu-satunya untuk mengetahui itu adalah ya di amati, diobservasi dan di test perilaku (psikometrik).

Lalu saya juga mengatakan bahkan fingerprint test juga tidak bisa mengungkap bakat? Ya benar, jika yang anda maksud bahwa bakat artinya memiliki kemampuan tertentu seperti jago nyanyi, gambar, masak, olah raga dsb. Ya nggak mungkin lah fingerprint bisa mengetahui anda punya bakat seperti itu. Kita tahu bahwa satu-satunya cara orang bisa menguasai suatu keterampilan adalah dengan cara mempelajarinya. Tidak mungkin orang baru lahir ujug2 bisa jago nyanyi, gambar, masak dsb! Pasti mereka belajar.

Jadi, jika anda berharap ikutan fingerprint test untuk mengetahui seberapa tinggi kecerdasan, keterampilan, kepribadian dan kesholehan anda, maka siap-siaplah anda dikecewakan!

Alasan ketiga bahwa jangan mudah percaya dengan fingerprint test adalah:

Dengan mempercayai fingerprint test, anda bisa terseret kepada kemusyrikan!!!

Ya, benar sekali. Jangan percaya dengan fingerprint test, tapi cukup percaya sama Allah saja!

Juga jangan percaya bahwa fingerprint test bisa meramal nasib masa depan, karena nasib adalah kita sendiri yang menentukan dan takdirnya Allah yang menetapkan.

Jadi jika kita percaya kepada sesuatu selain Allah, maka itu namanya musryik.
Jika kita percaya pada dukun, pada dokter, profesor, dan bahkan ustad, maka artinya itu musryik bukan? Kecuali apa yang mereka sampaikan itu sesuai dengan apa yang Allah turunkan. Berarti kita percaya pada perkataan Allah nya, bukan kepada orangnya.

Jadi jika anda punya maksud untuk mengetahui nasib, jodoh, karir lalu datang ke konsultan fingerprint test lalu anda mempercayainya. Maka itu beneran musryik! Bagaimanapun, fingrprint test yang buat toolsnya adalah manusia juga yg tidak akan luput dari kesalahan.

Demikianlah pemirsa, tiga alasan kenapa saya menganjurkan jangan mudah percaya dengan fingerprint test.

Lalu kenapa saya masih memakai fingerprint test buat saya dan keluarga saya? Karena saya memang tidak mudah percaya, maka saya mencari kebenaran tentang fingerprint test ini.. Dan buat saya tools ini setidaknya sangat bermanfaat buat diri saya, keluarga saya dan sahabat2 yang telah merasakan manfaatnya.

Namun saya tidak akan menulis apa manfaat dan kehebatan fingerprint test disini, untuk menghindari fitnah bahwa saya sedang jualan, promosi dsb..

Cukup bagi mereka yang ingin ‘belajar’ saja yang bisa saya berbagi ilmu ini. Dan pasti ilmu kebenaran itu datangnya dari Allah, maka saya akan share ilmu ini dengan gratis bagi yang membutuhkan..

Bandung, 25 april 2015

ABH