Pemantauan Pembagian Kelas berdasarkan Gaya Belajar

Riset pada satu Sekolah Dasar di kota Bandung, yang menggunakan analysis Sidik Jari untuk pemetaan siswa baru kelas 1, dengan melakukan pembagian kelas berdasarkan gaya Belajarnya telah berjalan kurang lebih empat bulan. Guru-guru yang memegang tiap kelas juga sengaja di seleksi berdasarkan kesamaan gaya belajarnya. Bagaimana pemantauan perkembangannya ?
Setelah saya berkunjung ke sekolah tersebut, sengaja saya buat rekaman video tiap-tiap kelas ternyata menarik juga. Bahwa sangat keliatan perbedaannya suasana di masing-masing kelas Visual, Auditory, Kinestetik dan Campuran.

Pada Kelas yang diisi siswa dengan gaya belajar Visual, para siswa memang kelihatan sedikit tertib, namun nampak mereka sangat memperhatikan gambar-gambar dan juga raut wajah gurunya ketika mengajar. Ada juga yang sibuk dengan melihat-lihat pemandangan ataupun gambar pada buku yang ada di depan mereka.

Pada Kelas yang diisi siswa dengan gaya belajar Audiory, kelihatan banyak siswa yang mengobrol dan senang berdiskusi. Mereka bisa duduk lebih tenang, dan responsif kepada gurunya dalam hal komunikasi. Ketika guru mengajak siswa bernyanyi, terlihat mereka lebih antusias, dan nada-nada mereka terlihat sangat baik.

Pada Kelas yang diisi siswa dengan gaya belajar Kinestetik, sudah bisa ditebak suasana kelasnya seperti apa🙂 . Banyak terlihat para siswa lalu lalang tidak betah duduk di tempat duduknya. sekalipun mereka duduk, terlihat mereka sibuk bergerak melakukan aktiftas-aktifitas apapun.

Jadi pemantauan selama empat bulan pertama ini, saya hanya ingin memastikan perilaku tiap siswa pada pembagian kelas berdasarkan gaya belajar. Kesimpulannya adalah, memang anak-anak itu memiliki gaya belajar yang lebih khas, dan hasil analisa sidik jari terlihat dari perilaku-perilaku mereka.