Metode Fingerprint Analysis dalam menguak potensi bakat & karakter

taking

Dalam Fingerprint Analysis, terdapat 2 (dua) metode menganalisa, yakni: Biometric Analysis dan Pattern Analysis. Biometric Analysis menggunakan pendekatan ilmu dactiloscopy, yakni mengukur secara struktur dari sidik jari itu sendiri. Sedangkan Pattern Analysis bisa dianggap menggunakan pendekatan ilmu dermatoglyphic, yakni lebih melihat dari sisi bentuk pattern (pola) yang terbentuk dari sidik jari.

Kedua metode ini bisa digunakan dalam bagaimana menginterpretasikan potensi seseorang secara genetik. Metode Biometric Analysis sendiri lebih tepat digunakan untuk mengukur (menginterpretasi) respon reflektif seseorang yang biasa kita sebut dengan bakat genetik. Sedangkan metode Pattern Analysis lebih tepat untuk mengidentifikasikan kecenderungan karakter genetik seseorang.

Bagaimanakah perbedaan dalam menganalisis respon bakat dan kecenderungan karakter genetik ini ?Ternyata memiliki sudut pandang dan dinamika yang jauh berbeda. Respon bakat terkait dengan fungsi psikomotorik reflektif. Sedangkan kecenderungan karakter terkait dengan ‘mental process’ yang biasa kita kenal sebagai fungsi afektif-kognitif.

Jadi, ketika kita menganalisis tentang potensi bakat seseorang, maka akan berbeda sudut pandangnya dengan menganalisis potensi karakter seseorang. Semakin tinggi respon bakat seseorang, justru akan semakin rendah potensi proses mental seseorang.