Analisa Sidik Jari & Potensi Gaya Belajar Siswa

gaya belajar

Sejak semakin kuatnya pembuktian bahwa Gaya Belajar seseorang berkaitan dengan faktor genetis, yang tidak pernah berubah sepanjang hidupnya karena berkaitan dengan kerja otak dan fungsi-fungsi biologisnya, penelusuran potensi seseorang kini tidak hanya dilakukan dari aspek psikologis, namun juga dari aspek fisiologis.

Fingerprint Analysis adalah sebuah tools, yang menggunakan metode pengukuran berbasis biometric untuk mengetahui potensi  profil kerja otak seseorang secara genetis. Informasi yang didapatkan akan diinterpretasikan menjadi potensi karakter, motivasi, gaya belajar/bekerja, serta potensi bakat alamiah dari distribusi responsifitas area-area otak. Metode ini akan memberikan gambaran mengenai stimulasi apa yang paling cepat di respon oleh otak.

Fingerprint Analysis merupakan pendekatan baru yang melengkapi kehadiran alat test psikologi yang berbasis psychometric. Fingerprint analysis tidak mengukur prilaku aktual, namun lebih kepada  potensi genetis, karena secara ilmiah ditemukan bahwa pembentukan pola sidikjari seseorang memiliki korelasi dengan faktor genetis dan pembentukan fungsi otak.

Sidik Jari seseorang telah terbentuk ketika dalam kandungan usia 13 minggu s.d 24 minggu. Sidik Jari bersifat  spesifik dan tidak ada yang memiliki sidik jari yang sama. Sidik jari bersifat permanen tidak pernah berubah sepanjang hayat.

Penggunaan fingerprint dalam pengukuran biometric, dikarenakan fingerprint memiliki score kestabilan data yang paling tinggi. Demikian pula dengan metode Fingerprint Analysis ini, memiliki validitas & reliabilitas yang bisa dipertanggungjawabkan.